Jajanan Khas Jajanan KhasCatatan pilihan untuk pembaca Indonesia.
food

Jajanan Khas Flores yang Wajib Dicoba, dari Kue Sagu hingga Jagung Bose

Jelajahi jajanan khas Flores yang unik dan lezat, mulai dari kue sagu legendaris hingga jagung bose yang mengenyangkan. Temukan cerita di balik setiap hidangan.

23 May 2026 · 3 menit baca · oleh Yusuf Iskandar
Jajanan Khas Flores yang Wajib Dicoba, dari Kue Sagu hingga Jagung Bose

Pagi di Pulau Flores selalu dimulai dengan aroma harum kue sagu yang baru matang, dijajakan oleh pedagang keliling di depan pasar tradisional. Saya masih ingat pertama kali mencicipi jajanan ini sepuluh tahun lalu, ketika baru pindah ke sini. Teksturnya yang kenyal dan rasa gurih manis langsung bikin saya ketagihan. Flores ternyata menyimpan banyak jajanan khas yang tidak hanya lezat, tetapi juga punya cerita budaya menarik di baliknya.

Menurut data Dinas Pariwisata Kabupaten Ende tahun 2023, ada lebih dari 15 jenis jajanan tradisional Flores yang masih bertahan hingga sekarang. Beberapa bahkan sudah menjadi ikon kuliner daerah, seperti jagung bose dan kue sagu. Jajanan-jajanan ini bukan sekadar camilan, melainkan warisan kuliner yang diturunkan dari generasi ke generasi.

Kue Sagu: Primadona Jajanan Flores

kue sagu khas flores

Kue sagu menjadi salah satu jajanan yang paling mudah ditemui di Flores. Terbuat dari tepung sagu asli yang diolah dengan santan dan gula merah, kue ini punya tekstur kenyal yang khas. Proses pembuatannya cukup unik, adonan dikukus dalam cetakan daun pisang yang memberikan aroma tambahan.

Di Pulau Flores, saya sering melihat ibu-ibu membuat kue sagu untuk acara adat atau sekadar dijual di warung. Menurut carieta tetua desa, kue ini awalnya dibuat sebagai bekal perjalanan karena tahan lama. Sekarang, kue sagu sudah menjadi camilan favorit anak sekolahan dan pendaki gunung.

Jagung Bose: Makanan Pengganjal Perut yang Nikmat

Jagung bose mungkin terdengar asing bagi yang belum pernah ke Flores. Ini adalah olahan jagung khas Nusa Tenggara Timur yang diolah dengan santan dan rempah. Teksturnya seperti bubur kasar dengan rasa gurih yang khas. Saya pertama kali mencobanya di sebuah warung kecil di Maumere, dan sejak itu sering buat versi rumahan.

Yang membuat jagung bose istimewa adalah proses pembuatannya yang tradisional. Jagung harus direndam semalaman sebelum dimasak dengan kayu bakar. Menurut Wikipedia Indonesia, makanan ini merupakan sumber karbohidrat utama masarakat Flores sebelum beras mudah didapatkan.

Kacang Mete Goreng: Camilan Renyah dari Kebun Sendiri

kacang mete goreng khas flores

Flores dikenal sebagai penghasil kacang mete berkualitas. Tidak heran jika kacang mete goreng menjadi jajanan khas yang mudah ditemui. Berbeda dengan kacang mete kemasan, versi Flores digoreng segar dengan bumbu sederhana seperti garam dan bawang putih.

Saya sering membeli kacang mete goreng dari pedagang di Pasar Wolowona. Rasanya lebih renyah dan harum karena diolah langsung setelah dipanen. Menariknya, banyak keluarga di sini memiliki pohon mete sendiri di pekarangan, sehingga bisa membuat camilan ini kapan saja.

Wajik Kelapa: Manisnya Tradisi Flores

Wajik kelapa mungkin mirip dengan wajik Jawa, tetapi memiliki ciri khas tersendiri. Jajanan ini terbuat dari beras ketan, gula merah, dan kelapa parut. Yang membedakan adalah penggunaan gula merah asli Flores yang memberikan warna cokelat pekat dan aroma karamel yang kuat.

Saya belajar membuat wajik kelapa dari tetangga yang sudah puluhan tahun berjualan kue tradisional. Katanya, wajik ini wajib ada dalam acara adat seperti pernikahan atau syukuran panen. Teksturnya yang padat namun lembut membuatnya cocok dinikmati dengan teh hangat.

Setelah bertahun-tahun tinggal di Flores, saya menyadari bahwa jajanan khas di sini bukan sekadar makanan. Setiap gigitan mengandung cerita tentang budaya, tradisi, dan kearifan lokal masyarakat. Dari kue sagu yang sederhana hingga jagung bose yang mengenyangkan, semua menawarkan pengalaman kuliner yang autentik dan susah dilupakan.

Tag: #jajanan tradisional #kuliner flores #makanan khas #resep rumahan